Monthly Archives: August 2017

Awalannya saya fikir saya tampak tua di photo ini …

Tetapi lalu, saya mengerti itu ialah hal-hal lain. Saat saya memandangnya, saya bisa dengar sendiri berkata:

“Saya tahu banyak hal yang belumlah dipelajari oleh remaja putri Anda. Lihat kerutan diantara mataku? Saya memperoleh itu. ”

Saya tidak menjelaskan itu menjadi sombong, tapi menjadi satu dorongan.

Anda lihat, saat saya masih tetap kuliah, saya biasa lihat beberapa wanita di umur tiga beberapa puluh serta berfikir mereka mempunyai semua bersamanya. Saat saya jadi seusia mereka, menikah dengan anak-anak, serta semua “dewasa” di Tuhan, saya mungkin mempunyai semua bersamanya. Lalu, saat saya mulai tiga beberapa puluh saya … ahem, 7,5 tahun waktu lalu … saya bertanya-tanya kenapa saya masih tetap terasa seperti anak yang terguncang?

Dan, saya ambil photo ini. Dari hp saya. Di mobil waktu ke arah pernikahan. Serta saat saya memandangnya untuk kali pertamanya, saya terperanjat. Saya selekasnya lihat dua kerutan diantara mata saya, kulit yang tidak rata (SEBELUM Instagram), garis tawa di samping mulut saya, lingkaran hitam dibawah mata saya. Dan … “Apakah itu di mata itu?” Saya menanyakan pada diri saya sendiri. Serta saya tidak dapat menolong tapi menatapnya. Nampaknya percuma, saya tahu, memandang photo diriku tiada henti.

24 jam lalu, saya ketahui apakah itu. Itu ialah awal dari kebijakan. Tidak dari tindakan saya sendiri; di, saya masih tetap anak yang menggelepar. Tapi lewat pencobaan hidup, Allah sudah mulai membiarkan saya lihat kemuliaan-Nya, kesetiaan-Nya, kasih-Nya buat saya.

Sesudah 37 tahun, saya mengerti jika saya tidak pernah “memilikinya bersama dengan” sendiri. Serta saya sepakat dengan itu. Saya ada di lain sisi dari salah setahun paling sulit dalam kehidupan saya. Walau saat perasaan sakit yang dalam, saya tidak paham bagaimana saya akan sampai ke bagian lain, Tuhan tahu. Iman saya dibuat. Itu tidak bermakna saya akan tidak menantang stres saat perasaan sakit hadir. Tapi saya akan tahu – dikit kembali – jika Allah akan membawa saya lewat.

Saat saya lihat photo itu, saya bangga dengan siapa saya jadi. Yang Tuhan sudah membuat saya. Apakah yang sudah saya raih, serta apakah yang sudah Ia raih lewat saya.

Lain waktu saya menggelepar, saya ingin lihat kembali wanita di photo ini. Ia akan menjelaskan pada saya,

“Ingat apakah yang kamu paham.kamu mengerti. Ingat-ingatlah siapa dirimu. Ingat siapa Anda. Kamu akan baik-baik saja.”

Putra saya, bila Anda terima beberapa kata saya serta menaruh perintah saya di Anda, Buat telinga Anda memerhatikan kebijakan, Tonjolkan hati Anda untuk mengerti; Sebab bila Anda menangis untuk ketajaman, Angkat bicara Anda untuk mengerti; Bila Anda mencari ia menjadi perak Serta mencari ia menjadi harta karun; Jadi Anda akan lihat ketakutan akan TUHAN serta temukan pengetahuan mengenai Tuhan. Sebab TUHAN memberikan hikmat; Dari mulut-Nya datanglah pengetahuan serta pandangan. Amsal 2: 1-7